| Oleh Muhaimin Iqbal | |
| Rabu, 09 November 2011 07:23 | |
Seorang petani menanam tiga bibit pohon kayu di halaman rumahnya, disiraminya setiap hari, dipupuknya dan dirawatnya dengan baik seraya berharap akan tingginya nilai pohon kayu ini nantinya. Seperti ‘tiga anak’ petani yang tumbuh dewasa bareng, ketiga pohon ini-pun selalu berbagi suka dan duka. Suatu hari salah satu dari pohon ini mengajak dua ‘saudara’-nya untuk berbagi cita-cita. Pohon yang pertama memulai, dia ingin kelak menjadi kayu yang berserat indah sehingga menarik siapapun yang melihatnya. Dia ingin diukir menjadi kotak perhiasan para raja dan ratu karena keindahannya. Pohon kedua bercita-cita ingin menjadi kayu yang sangat kuat, sehingga para pembuat kapal akan mengambilnya untuk menjadi bahan kapal samudra yang menjelajah dunia. Giliran pohon ketiga berbagi, dia ingin tetap hidup sampai menjadi pohon kayu yang sangat besar dan kuat, dengan daun-daun yang menjulang sehingga bisa mendekati para makluk langit. Ketika mereka baru mencapai separuh usia, si petani membutuhkan halaman rumahnya untuk keperluan lain. Di potong-lah ketiga pohon ini ketika pohon pertama belum berhasil membentuk serat yang indah, pohon kedua belum menjadi kayu yang kuat dan pohon ketiga belum sempat memiliki daun yang menjulang ke langit. Oleh si petani dipotong-potongnya kayu-kayu ini dan ditumpuk di halaman rumahnya. Hancur luluh ‘hati’ ketiga kayu ini karena mereka mengira bahwa semua cita-citanya telah kandas di tengah jalan. Melihat kayu yang hanya dionggokkan di depan rumah, orang-orang yang lewat suka meminta ke petani ini untuk diberi sebagian dari kayu-kayu tersebut. Yang pertama datang adalah seorang tua yang membutuhkan kayu untuk membuat rehal (meja kecil untuk mengaji) bagi anaknya, maka diberinya dia dari bagian kayu pertama. Yang kedua datang seorang nelayan yang membutuhkan sedikit kayu untuk menambal kapal ikannya yang bocor, diberinyalah dia bagian dari kayu kedua. Yang ketiga datang adalah seorang penggali kubur, yang membutuhkan kayu untuk penghalang antara jasad mayat dengan timbunan tanah – maka diberinyalah dia bagian dari kayu ketiga. Semakin sedihlah kayu-kayu tersebut karena bukan hanya dipisahkan dari teman-temannya, mereka juga semakin jauh dari cita-cita semula. Namun sebenarnya kayu-kayu ini tidak perlu bersedih kalau tahu apa yang akan terjadi, Sang Pencipta memiliki rencana yang lebih indah dari apa yang mereka cita-citakan. Kayu yang pertama yang diminta orang tua untuk membuat rehal bagi anaknya tersebut, kelak akan melahirkan anak yang hafal Al-Qur’an dan menjadi ulama besar ketika dewasanya. Posisi rehal yang memiliki kemiringan tertentu, bukan hanya memudahkan anak-anak membaca Al-qur’an tetapi juga memudahkan untuk mengingatnya karena seolah mereka seperti menyusun ayat- demi ayat pada rak-rak yang rapi di otaknya. Kayu yang menjadi rehal ini lebih indah dari sekedar menjadi tempat perhiasan, karena yang ikut ‘disimpan’-nya adalah ayat-ayat Allah yang menancap kuat di otak anak yang mengaji dengan meletakkan Al-Qur’an di rehal tersebut. Kayu yang kedua ketika telah menjadi penambal kapal ikan yang bocor suatu saat dipakai untuk pergi menangkap ikan oleh si nelayan dengan anak laki-lakinya. Dalam perjalanan ombak besar menghantam kapal nelayan yang kecil tersebut dan pecah berkeping-keping. Sang ayah hilang ditelan ombak, sedangkan si anak berpegangan pada sebilah kayu – ya bagian kayu tambalan tersebut – untuk akhirnya selamat terbawa arus ke pantai. Kayu yang menjadi sarana Allah untuk menyelamatkan nyawa anak yang telah menjadi yatim ini, lebih bernilai dari sekedar bagian dari kayu kapal yang menjelajah samudra karena kelak si anak yatim ini menjadi pemimpin umat yang adil dan bijaksana. Adapun kayu yang ketiga yang digunakan untuk menguburkan jenazah, ternyata dia dipakai untuk menguburkan jenazahnya seorang yang sangat soleh – sehingga ketika masih di kubur-pun sudah sering diperlihatkan surga kepadanya. Kayu kuburan ini ikut menjadi saksi akan keindahan surga dan para penghuninya, menjadi kayu kuburan ini lebih indah dari cita-cita semula tumbuh besar dan kuat dengan daun menjulang ke langit. Kita sering frustasi, sedih dan putus asa manakala cita-cita dan keinginan kita tidak terscapai. Kita sedih dan putus asa karena kita sok tahu bahwa seolah yang terbaik itu yang kita cita-citakan atau kita inginkan. Sesungguhnya Allah-lah yang Maha Tahu yang terbaik untuk kita, InsyaAllah kita tidak akan pernah bersedih bila kita yakin bahwa scenario yang lebih indah dari cita-cita dan keinginan kita telah disiapkan olehNya. “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lohmahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS 57 : 22-23). |
Rabu, 09 November 2011
Hikayat 3 Pohon Kayu…
Jumat, 04 November 2011
Tragedi Kupu-Kupu Yang Tidak Bersayap…
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Jum'at, 04 November 2011 06:10 |
Melihat indahnya aneka kupu-kupu yang beterbangan di kebun bunganya, seorang petani bunga ingin menambah keindahan kebun tersebut dengan lebih banyak lagi kupu-kupu. Dia mulai berburu kepompong dan dikumpulkannya di pojok kebun tersebut. Hari demi hari diamatinya kepompong-kepompong ini, sampailah pada hari H dimana kepompong mulai mengalami bukaan kecil yang nampaknya akan menjadi pintu keluar sang calon kupu-kupu. Berjam-jam dia mengamati betapa bayi kupu-kupu berjuang dengan susah payah untuk bisa keluar dari kempompongnya melalui lubang yang sangat sempit, petani tersebut menjadi tidak sabar dan ingin cepat-cepat membantunya. Diambilnya gunting dan dibuatnya lubang yang cukup lebar di seluruh kepompong-kepompong yang hari itu akan mengeluarkan kupu-kupunya. Sejumlah bayi kupu-kupu-pun keluar dari kepompong-kepompong-nya dengan mudah, tetapi diluar dugaan si petani - bayi kupu-kupu yang dimudahkan lahirnya melalui lubang yang besar ini ternyata tidak langsung bisa terbang sebagaimana kupu-kupu pada umumnya. Ditungguinya sampai berjam-jam, ternyata tidak ada satupun dari bayi kupu-kupu tersebut yang bisa mengeluarkan sayapnya. Mereka tetap seperti ulat yang tidak bersayap dan tentu saja tidak bisa menghadirkan keindahan bagi yang melihatnya. Si petani tidak tahu bahwa lubang sempit yang membuat para calon kupu-kupu bersusah payah melalui fase transformasinya dari ulat menjadi kupu-kupu, merupakan suatu jalan yang memang harus ditempuh. Lubang sempit tersebut adalah berfungsi untuk memeras cairan tertentu dari tubuh si jabang bayi kupu-kupu untuk mendorong bakal sayap agar keluar dari tubuhnya dan menjadi sayap yang indah-indah. Ketika pintu keluarnya diperlebar, maka proses pemerasan cairan tubuh ini tidak terjadi dan tidak keluarlah sayap yang indah-indah dari bayi kupu-kupu yang dipermudah kelahirannya ini. Perjalanan lahirnya kupu-kupu yang indah tidak jauh berbeda dengan lahirnya para entrepreneur. Tidak ada jalan yang mudah dan cepat untuk menjadi entrepreneur sejati, dia perlu melalui segala rintangan dan hambatan agar seluruh potensinya keluar. Hambatan-hambatan ini bisa berasal dari dirinya sendiri seperti kisah rajawali yang salah paham, bisa dari pihak yang berwenang karena kita memang hidup di negeri yang penuh kesukaran –negeri yang berada di urutan ke 121 dari 183 negara dalam hal kemudahan usaha, bisa pula dari persaingan dunia usaha yang memang semakin competitive dari waktu ke waktu, dan berbagai kesulitan lainnya. Semua kesukaran tersebut perlu untuk menguji mana yang emas dan mana yang loyang, mana yang sungguh-sungguh dapat mencapai kwalitas entrepreneur dan mana-mana yang tetap berkwalitas pekerja sampai pensiun menghampirinya. Dengan kesiapan bakal entrepreneur untuk menghadapi berbagi kesulitannya, tidak berarti bahwa bagi yang berwenang boleh sewenang-wenang mempersulit mereka. Karena tanpa dipersulit-pun sudah akan cukup banyak kesulitan yang dihadapi para calon entrepreneur ini, sehingga tidak semua dari mereka bener-bener bisa menjadi entrepreneur pada akhirnya, sebagaimana tidak semua kepompong menghasilkan kupu-kupu yang indah. Wa Allahu A’lam. |
Kamis, 03 November 2011
Visionaries Yang (Tidak) ‘Melihat’ Masa Depan…
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Kamis, 03 November 2011 08:03 |
Pada akhir Perang Dunia II IBM adalah pemain utama di industry computer, namun chairman mereka pada tahun 1943 – Thomas Watson - hanya bisa membayangkan bahwa di seluruh dunia hanya ada pasar untuk menjual maksimal 5 komputer saja. Bahkan sampai enam tahun kemudian majalah teknologi saat itu -Popular Mechanics- menulis “Kami pikir computer masa depan beratnya tidak lebih dari 1.5 ton”. Kalau yang mereka sebut saat itu ‘computer masa depan’ beratnya tidak lebih dari 1.5 ton, bisa Anda bayangkan seberapa berat computer yang ada saat itu ! Bisa jadi karena kegagalan ‘melihat’ masa depan ini yang membuat computer yang Anda gunakan saat ini kemungkinan besarnya bukan IBM karena nama mereka sudah tidak muncul pada top 5 PC dan Notebook market yang dijual di seluruh dunia. Ketika telepon ditemukan dan dipatenkan oleh Alexander Graham Bell 1876, saat itu penguasa telekomunikasi dunia adalah Western Union dengan telegraph-nya. Komentar pucuk pimpinan Western Union terhadap telepon ini saat itu adalah “Telepon bukanlah mesin yang baik untuk telekomunikasi, dia memiliki keterbatasan dan kami melihat tidak ada manfaatnya pada bisnis kami”. Bisa jadi karena kegagalan ‘melihat’ masa depan ini pula kita yang hidup sekarang kemungkinan besar tidak mengenal telegraph lagi. Bill Gates nampaknya pengecualian, karena ketika pada tahun 1970-an dia membayangkan bahwa computer dengan kecepatan 640 K lebih dari cukup, dia kemudian bisa memperbaiki ‘penglihatannya’ kedepan sehingga menjadi legenda tersendiri di dalam dunia teknologi informasi hingga kini. Ini tidak lepas dari keunggulan Microsoft dalam ‘melihat’ masa depan dengan inovasi-inovasinya yang tidak kenal lelah. Dari contoh-contoh di atas kita bisa membedakan mana-mana raksasa yang akhirnya punah atau menuju kepunahan dengan raksasa yang terus tumbuh dan berkembang, yang membedakan mereka adalah kemampuannya untuk terus ‘melihat’ masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa ‘melihat’ masa depan dengan visi kita ?. Yang jelas ilmu manusia tidak akan pernah bisa melihat secara akurat apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Tetapi ilmu Allah tidak ada batasannya, kita hanya tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang bila Allah sendiri yang memberitahukannya (lewat Al-Qur’an), atau melalui RasulNya yang diberi wahyu. Bayangkan sekarang bila para pemimpin kita di berbagai bidang, baik politik, ilmu pengetahuan maupun dunia usaha dituntun oleh visi yang berasal dari Allah dan Rasulnya, hasilnya insyaAllah akan lebih hebat dari Microsoft , IBM , Western Union dlsb. Seperti apa penjabaran visi yang dituntun oleh Al-Qur’an dan Al Hadits ini bila di aplikasikan di dunia usaha misalnya ?. Berikut adalah contoh aplikasinya dari dunia masa depan yang dikabarkan lewat ayat-ayat Al-Qur’an : “…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS 2:275) ; “…Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS 2 : 276); “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu…” (QS : 279) Berangkat dari informasi dalam ayat-ayat tersebut diatas misalnya kita bisa mem-‘visi’-kan seperti apa kiranya industri keuangan masa depan ? kemungkinan besarnya bukan bank, asuransi dan institusi ribawi lainnya yang akan terus exist, tetapi yang akan muncul kemungkinannya adalah system perdagangan yang efektif, atau social business yang tumbuh subur mengalahkan industri finansial ribawi. Gejala-gejala kesana sudah mulai nampak; gerakan Occupy Wall Street, Occupy Berlin dlsb. antara lain juga mulai men-challenge keberadaan bank-bank raksasa dan industry financial lainnya. Di sisi lain saat ini Brasil, Russia, India dan China (BRIC) plus Jerman konon tengah mempersiapkan system yang canggih untuk barter modern, dimana perputaran barang- barang antara supply dan demand tidak lagi menggunakan uang. Entah seperti apa system yang masih mereka rahasiakan tersebut, tetapi yang jelas mereka sedang mempersiapkan keunggulan perdagangan diatas industry financial-nya. Perkembangan social business di seluruh dunia juga kini luar biasa, business yang berorientasi manfaat – Benefit Maximizing Business (BMB), mulai mendapat tempat dan bersaing dengan Profit Maximizing Business (PMB) hampir di seluruh bidang. Di dunia ‘Open Source’ prinsip saling berbagi bahkan sudah mulai mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pendekatan PMB dalam business model-nya. Tantangannya kini adalah tinggal bagaimana umat Islam yang diberi ‘kabar masa depan’ ini mampu bener-bener memahami dan mengaplikasikannya dalam segenap aspek kehidupannya. Kita telah diberi ‘visi’ itu, tidak seharusnya kita kalah dengan umat lain yang bersusah-payah menemukan ‘visi’-nya yang kadang dapat , kadang juga tidak dapat seperti dalam contoh-contoh diatas. Wa Allahu A’lam |
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Kamis, 03 November 2011 08:03 |
Pada akhir Perang Dunia II IBM adalah pemain utama di industry computer, namun chairman mereka pada tahun 1943 – Thomas Watson - hanya bisa membayangkan bahwa di seluruh dunia hanya ada pasar untuk menjual maksimal 5 komputer saja. Bahkan sampai enam tahun kemudian majalah teknologi saat itu -Popular Mechanics- menulis “Kami pikir computer masa depan beratnya tidak lebih dari 1.5 ton”. Kalau yang mereka sebut saat itu ‘computer masa depan’ beratnya tidak lebih dari 1.5 ton, bisa Anda bayangkan seberapa berat computer yang ada saat itu ! Bisa jadi karena kegagalan ‘melihat’ masa depan ini yang membuat computer yang Anda gunakan saat ini kemungkinan besarnya bukan IBM karena nama mereka sudah tidak muncul pada top 5 PC dan Notebook market yang dijual di seluruh dunia. Ketika telepon ditemukan dan dipatenkan oleh Alexander Graham Bell 1876, saat itu penguasa telekomunikasi dunia adalah Western Union dengan telegraph-nya. Komentar pucuk pimpinan Western Union terhadap telepon ini saat itu adalah “Telepon bukanlah mesin yang baik untuk telekomunikasi, dia memiliki keterbatasan dan kami melihat tidak ada manfaatnya pada bisnis kami”. Bisa jadi karena kegagalan ‘melihat’ masa depan ini pula kita yang hidup sekarang kemungkinan besar tidak mengenal telegraph lagi. Bill Gates nampaknya pengecualian, karena ketika pada tahun 1970-an dia membayangkan bahwa computer dengan kecepatan 640 K lebih dari cukup, dia kemudian bisa memperbaiki ‘penglihatannya’ kedepan sehingga menjadi legenda tersendiri di dalam dunia teknologi informasi hingga kini. Ini tidak lepas dari keunggulan Microsoft dalam ‘melihat’ masa depan dengan inovasi-inovasinya yang tidak kenal lelah. Dari contoh-contoh di atas kita bisa membedakan mana-mana raksasa yang akhirnya punah atau menuju kepunahan dengan raksasa yang terus tumbuh dan berkembang, yang membedakan mereka adalah kemampuannya untuk terus ‘melihat’ masa depan. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa ‘melihat’ masa depan dengan visi kita ?. Yang jelas ilmu manusia tidak akan pernah bisa melihat secara akurat apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Tetapi ilmu Allah tidak ada batasannya, kita hanya tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang bila Allah sendiri yang memberitahukannya (lewat Al-Qur’an), atau melalui RasulNya yang diberi wahyu. Bayangkan sekarang bila para pemimpin kita di berbagai bidang, baik politik, ilmu pengetahuan maupun dunia usaha dituntun oleh visi yang berasal dari Allah dan Rasulnya, hasilnya insyaAllah akan lebih hebat dari Microsoft , IBM , Western Union dlsb. Seperti apa penjabaran visi yang dituntun oleh Al-Qur’an dan Al Hadits ini bila di aplikasikan di dunia usaha misalnya ?. Berikut adalah contoh aplikasinya dari dunia masa depan yang dikabarkan lewat ayat-ayat Al-Qur’an : “…Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS 2:275) ; “…Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…” (QS 2 : 276); “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu…” (QS : 279) Berangkat dari informasi dalam ayat-ayat tersebut diatas misalnya kita bisa mem-‘visi’-kan seperti apa kiranya industri keuangan masa depan ? kemungkinan besarnya bukan bank, asuransi dan institusi ribawi lainnya yang akan terus exist, tetapi yang akan muncul kemungkinannya adalah system perdagangan yang efektif, atau social business yang tumbuh subur mengalahkan industri finansial ribawi. Gejala-gejala kesana sudah mulai nampak; gerakan Occupy Wall Street, Occupy Berlin dlsb. antara lain juga mulai men-challenge keberadaan bank-bank raksasa dan industry financial lainnya. Di sisi lain saat ini Brasil, Russia, India dan China (BRIC) plus Jerman konon tengah mempersiapkan system yang canggih untuk barter modern, dimana perputaran barang- barang antara supply dan demand tidak lagi menggunakan uang. Entah seperti apa system yang masih mereka rahasiakan tersebut, tetapi yang jelas mereka sedang mempersiapkan keunggulan perdagangan diatas industry financial-nya. Perkembangan social business di seluruh dunia juga kini luar biasa, business yang berorientasi manfaat – Benefit Maximizing Business (BMB), mulai mendapat tempat dan bersaing denganProfit Maximizing Business (PMB) hampir di seluruh bidang. Di dunia ‘Open Source’ prinsip saling berbagi bahkan sudah mulai mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan pendekatan PMB dalam business model-nya. Tantangannya kini adalah tinggal bagaimana umat Islam yang diberi ‘kabar masa depan’ ini mampu bener-bener memahami dan mengaplikasikannya dalam segenap aspek kehidupannya. Kita telah diberi ‘visi’ itu, tidak seharusnya kita kalah dengan umat lain yang bersusah-payah menemukan ‘visi’-nya yang kadang dapat , kadang juga tidak dapat seperti dalam contoh-contoh diatas. Wa Allahu A’lam |
Rabu, 02 November 2011
Yunani Bimbang, Pasar Emas Dunia Goyang…
| Oleh Muhaimin Iqbal |
| Rabu, 02 November 2011 03:54 |
Yunani hari-hari ini digambarkan seperti kapal Titanic besar yang sedang tenggelam dengan cepat, alih-alih sang nakhkoda menyerukan penumpang untuk segera melompat ke sekoci – nakhkoda malah mengajak penumpangnya melakukan voting terlebih dahulu untuk menentukan perlu tidaknya melompat ke sekoci. Bisa Anda bayangkan apa yang akan terjadi kemudian ? Setelah dengan susah payah para pemimpin negeri-negeri sekitarnya di Euro Zone berusaha menyelamatkan negeri tetangganya - Yunani , antara lain dengan memangkas hutangnya sebesar 50 % pekan lalu, eh malah pemimpin negeri itu mengajak rakyatnya untuk melakukan referendum terlebih dahulu tentang bailout yang ditawarkan negeri-negeri tetangganya tersebut. Bagaimana kalau bailout ini ditolak oleh rakyat ? Bagaimana kalau penolakan ini bukan karena pemahaman, tetapi karena faktor kebangsaan yang sempit misalnya ? Bila bailout ditolak oleh rakyatnya, Yunani berpeluang bangkrut lebih besar dalam jangka pendek. Bila Yunani bangkrut, maka bank-bank dan para kreditor juga akan terseret ke pusaran kebangkrutan. Demikian pula negeri-negeri tetangganya, dan demikian pula Uni Eropa dengan Euro-nya. Inilah mengapa di hari diumumkannya referendum tersebut kemarin pasar dunia tergoncang, Index DOW, NASDAQ dan S & P 500 jatuh masing-masing 2.48 %, 2.89 % dan 2.79 %. Emas demikian pula sempat tergoyang ke angka US$ 1,680/Ozt sebelum akhirnya pulih mendekati US$ 1,720/Ozt menjelang penutupan pasar. Perilaku terhadap emas yang berfluktuasi drastis ini menggambarkan kepanikan pasar, seolah bumi Eropa akan runtuh sehingga pasar rame-rame meninggalkan Euro berburu Dollar – kemudian Dollar meningkat dan harga emas jatuh. Tetapi segera pasar sadar bahwa bila Eropa jatuh, Amerika pasti terseret ke pusaran yang sama – maka pasarpun kembali berburu emas. Entah berapa lama Yunani akan terus mengguncang dunia dengan kebimbangannya ini, tetapi kita sesungguhnya bisa melakukan de-coupling atau pemisahan diri dari gonjang-ganjingnya dunia hanya karena keraguan para pemimpinnya. Pertama yang bisa kita lakukan adalah meminimisasi asset exposure dari financial asset ( tabungan, deposito, saham, dana pension, asuransi dlsb) , ke arah memperkuat perimbanganreal asset ( tanah, sawah, kebun, ternak, barang dagngan, emas dlsb). Kedua adalah jangan terlalu berharap hasil yang cepat, pada umumnya investasi sector riil memberikan hasil yang lebih lamban ketimbang investasi pada instrumen financial – tetapi sebagaimana namanya, dia akan lebih riil dan cenderung lebih stabil dalam jangka panjang. Ketiga adalah harga emas/Dinar lagi relatif murah hari-hari ini – dibandingkan dengan potensi ketidak pastian yang melanda dunia, inilah waktu yang baik untuk menyusun keseimbangan baru dari asset Anda, dari berat di financial asset menuju seimbang dengan real asset. Agar bila ada pemimpin negara manapun yang bimbang lagi kedepan, hasil jerih payah Anda tidak ikut tergoyang daya belinya. Wa Allahu A’lam |
Senin, 31 Oktober 2011
Harga Emas naik
Setelah memuncaki harga tertingginya pada Agustus 2011 lalu, di angka lebih dari US$1900 per ounce, emas menyurut hingga US$1600 pada awal oktober lalu. Dan membuat kekhawatiran emas akan terjerembab ke angka US$1300. Namun baru 10 hari berselang emas kembali menunjukkan keperkasaannya di tengah kembalinya kekhawatiran hutang Yunani yang akan default jika tidak di talangi oleh para tetangganya di zona Eropa atau IMF. Secara nyata dan pasti merangkak dengan sangat meyakinkan mulai 25 Oktober lalu dengan 3,4%, lalu sehari kemudian naik 1,33% dan 1,48% ditutup pada harga US$1743 pada akhir pekan ini.
Emas kembali menjadi sasaran safe heaven atas kekhawatiran hutang di zona Eropa tersebut, apalagi kini dibayangi dengan akan diberlakukannya QE3 (Quantitative Easing 3). Di Amerika yang akan memicu terjadinya inflasi. Sehingga beberapa analis juga mengatakan bahwa dengan segera emas akan kembali ke posisi pada harga US$1900 pada penghujung tahun ini.
Langganan:
Postingan (Atom)